Tampilkan postingan dengan label Bank Untuk Orang Miskin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank Untuk Orang Miskin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2009

RAHASIA SUKSES PEMINPIN AGUNG (2)



Sesaat setelah Bilal sampai di masjid, segera menyerahkan cambuknya kepada Rasulullah dan beliaupun menyerahkan kepada Ukasyah, diterimanya cambuk itu oleh Ukasyah. Melihat Ukasyah telah siap mencambuk Rasulullah maka berdirilah serentak Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar sambil berkata ”Wahai Ukasyah terimalah dari kami kisos, aku tidak sampai hati melihat engkau menempelkan cambuk itu pada kulit Rasulullah.”

”Duduklah kamu berdua.” perintah Abu Bakar dan Umar. ”Allah telah mengetahui kedudukan dan pengorbanan kamu. Kemudian berdirilah Sayidina Ali dan berkata pada Ukasyah ”Wahai Ukasyah engkau tahu aku masih hidup disamping Rasulullah, oleh sebab itu aku tidak rela engkau berbuat sesuatu kepada Rasulullah, bila engkau memang berkeras hati untuk membalas kepada Rasulullah, maka ini perutku dan dada serta punggungku, pilih sekehendakmu untuk engkau cambuk dengan sekuatmu.”

Rasulullah segera bersabda: ” Wahai Ali, aku telah mengetahui kedudukan dan pengorbananmu, duduklah!” Kemudian tampil lagi dua orang cucu Nabi, yaitu Hasan dan Husain dan berkata ”Engkau tahu bahwa kami adalah cucu-cucu beliau, masih ada hubungan darah dengan beliau, maka bila engkau membalas kepada kami adalah sama halnya bila engkau menerima kisos dari Rasulullah.”

”Duduklah kamu berdua ” seru Rasulullah dan berpaling kepada Ukasyah sambil berkata :” Cambuklah aku wahai Ukasyah, bila memang aku benar telah memukulmu.” Ukasyah berkata: ”Ya Rasulullah dulu cambukmu mengenai punggungku yang terbuka.” Maka Rasulullah segera membuka punggungnya sehingga kelihatan kulitnya yang putih. Ukasyahpun menghampiri Rasulullah dengan memegang cambuk yang diiringi pekik tangis dari para sahabat. Begitu Ukasyah dekat dengan Rasulullah dan melihat kulit Rasulullah begitu putih terjatuhlah ia dan cambuknya, serta segera mencium dan memeluk pinggang Rasulullah sepuas hatinya sambil berkata :”Siapa orangnya yang rela menerima kisos dari engkau ya Rasulullah. Maksud dan tujuan serta harapanku adalah agar badanku menempel badanmu dengan harapan semoga tubuhmu menjadi penghalang dari api Neraka.” Rasulullah bersabda :”Ketauilah bahwa siapa yang ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah orang ini.” Segera kaum muslimin memeluknya dengan sisa isakan tangis yang belum reda sambil berkata :”Bahagialah engkau telah menerima derajad yang tinggi dan engkau akan mendampingi Rasulullah di Surga kelak. Ya Allah mudahkanlah kami untuk menerima syafaatnya, karena kemuliaan dan keagunganmMu.”

Pemimpin agung adalah pemimpin yang sangat mencintai dan dicintai oleh orang yang dipimpinnya. Meskipun demikian, pemimpin tersebut siap menerima umpan balik dari kematian Bahkan siap menerima balasan dari orang yang pernah dilukai dan itu merupakan salah satu rahasia sukses Peminpin Agung.

Sumber Artikel :M.Suyanto
read more...

Selasa, 10 November 2009

Sekolah Rendah Hati

Satu penyebab jatuhnya perusahaan yang disebabkan keangkuhan eksekutifnya, antara lain terjadi pada perusahaan minyak Enron, perusahaan Polaroid dan perusahaan Webvan. Akibatnya, Amerika kini tidak lagi percaya pada perusahaan-perusahaan besar untuk tingkat yang baru.

Amerika menjanjikan Ekonomi Baru dan era kemakmuran baru yang tidak terbatas. ''Namun semuanya ternyata isapan jempol,'' tulis Mark Ingebretsen dalam bukunya Why Companies Fail.

Keangkuhan memunculkan pemimpin yang mendominasi atau bahkan bermegah-megahan yang menurunkan semangat atau mengecilkan orang lain dan motivasi mereka. Kecintaan terhadap diri sendiri atau sikap memuji diri yang berlebihan semacam itu, membuat seseorang sangat kesepian. Sikap ini juga merupakan faktor yang memberikan kontribusi besar dalam terbentuknya fanatisme.

Orang-orang fanatik, secara keliru percaya bahwa mereka memiliki akses khusus terhadap kebenaran. Dalam bisnis, sebagaimana juga dalam politik dan agama, sikap seperti ini bisa memunculkan dogma, visi yang sempit dan sering pula bencana serta menghalangi munculnya pemikiran strategis yang bagus.

Pemikiran seperti terdapat dalam tulisan Zohar dan Marshall dalam bukunya berjudul Spiritual Capital: Wealth We Can Live By Using Our Rational, Emotional and Spiritual Intelligence to Transform Ourselves and Corporate Culture.

Sebaliknya kerendahan hati dinyatakan oleh Harvard Business Review, sebagai salah satu dari dua sifat utama pemimpin yang dapat mengubah sebuah perusahaan yang baik menjadi yang terbaik. Selain itu, juga akan menaikkan perusahaan dari mediokritas ke kesempurnaan yang berkelanjutan.

Keutamaan yang lainnya dari pemimpin tersebut, adalah ketetapan hati yang kukuh. Sam Walton sebagai pendiri Wal-Mart, dengan bersahaja dan rendah hati mengunjungi lini depan (pramuniaga) dari setiap toko Wal-Mart sepanjang hidupnya. Dia bahkan mengabiskan tengah malamnya didok bongkar-muat dan berbicara dengan kru.

Gaya kepemimpinan Sam Walton yang dekat dengan karyawan tersebut, mewarnai budaya perusahaan Wal-Mart hingga saat ini. Pada 2003, Wal-Mart terpilih sebagai perusahaan peringkat satu yang paling mengagumkan dunia, versi majalah Fortune.

Diriwayatkan oleh Ka'ab Al-Ahbar bahwa Allah berfirman : Wahai Musa apakah engkau mengerti mengapa aku berbicara langsung kepadamu?. Musa: Engkau Maha Tahu tentang itu semua. Allah : Aku mengetahui setiap hati manusia, tapi tidak pernah melihat hati yang lebih rendah hati seperti hatimu, karena itulah aku berbicara langsung denganmu.

Diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih, bahwa seseorang laki-laki dari Bani Israil selalu beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun tidak berhenti kecuali hanya beberapa tahun saja. Pada suatu ketika mereka berdo'a kepada Allah tapi Allah tidak mengabulkannya dan Allah berfirman : "Hai anak Adam, rendah hati adalah lebih baik daripada beribadah selama tujuh puluh tahun.".

Sebenarnya ada sekolah yang jika lulus mampu menjadikan kita merahasiakan ibadah atau bersifat rendah hati kepada Allah. Sekolah rendah hati tersebut bernama Puasa Ramadhan.

Sumber Artikel : M.suyanto

read more...

PERUSAHAAN YANG BERUMUR PANJANG

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan konsep yang menyeimbangkan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan dengan aspek sosial dan lingkungan. “Perusahaan modern adalah perusahaan yang seharusnya mentransformasi diri menjadi institusi sosial” kata Berle dan Means dalam bukunya The Modern Corporation and Private Property. Rachel Carson dalam bukunya yang berjudul Silent Spring menyatakan bahwa pestisida dapat mematikan lingkungan dan kehidupan, maka perusahaan harus sadar akan lingkungan, karena rusaknya lingkungan akan membawa kehancuran bersama. Buku Beyond the Bottom Line, tulisan Courtney C. Brown menekankan adanya tanggungjawab sosial bagi perusahaan di samping mencari keuntungan dan memperhatikan lingkungan.

Pada 2004, perusahaan yang dinobatkan sebagai Nomor 1 untuk CSR ini adalah Fannie Mae. Perusahaan ini membeli hipotik dari peminjam lokal dan membuatnya paket untuk dijual sebagai sekuritas. Pada 2003, lebih dari $240 milyar hipotik rumah yang didanai, yang diperuntukkan 1,6 juta kaum minoritas untuk pembelian rumah yang pertama kalinya. Prioritas ini meningkat 60 % setiap tahunnya. Bahkan $ 10 juta dari Fannie Mae bekerjasama dengan institusi keuangan Islam untuk membuka perumahan di Kalifornia Selatan untuk kaum Muslim. Sistem pembayarannya menggunakan sistem syariah.

Proter & Gamble merupakan perusahaan yang menduduki Nomor 2. Perusahaan ini dinilai memberikan pelayanan istimewa kepada kaum minoritas, wanita dan masyarakat. Perusahaan ini membantu para pemuda yang tidak beruntung di Vietnam, memberantas anak-anak yang kekurangan nutrisi di India dan menyediakan pertolongan pada gempa bumi di Turki.
perusahaan-perusahaan yang akan bertahan dalam jangka panjang adalah perusahaan seperti Fannie mae dan Procter & Gamble, yang perduli terhadap masyarakat yang kurang mampu atau masyarakat dalam kesulitan dan ramah terhadap lingkungan. Sebaliknya perusahaan yang tidak peka terhadap masyarakat yang tidak beruntung, bahkan mengusir mereka, mencela mereka, menyakiti mereka, mngambil hak mereka, menumpahkan darah mereka dan tidak ramah dengan lingkungan serta perusahaan yang arogan, maka perusahaan tersebut tidak akan berumur panjang dan akan bangkrut.
“Tahukah engkau yang bangkrut ? Mereka menjawab, pailit (bangkrut) adalah orang yang tidak mempunyai uang ataupun benda, maka Rasulullah bersabda : “Pengertian pailit bagi umatku adalah siapa yang datang hari kiamat dengan shalat zakat, puasa tapi selalu mencela ini, menunduh itu, memakan barang ini, mencucurkan darah itu, memukul ini, maka diambillah amal kebajikannya dan diberikan kepada orang yang telah disakiti dan bila masih tidak cukup pahalanya, maka dosa daripada orang yang disakiti akan diambil dan dibebankan kepada mereka. “ sabda Rasulullah s.a.w.

Sumber Artikel : M.suyanto


read more...

BANK UNTUK ORANG MISKIN

Banyak yang mengatakan bahwa orang miskin tidak dapat dipercaya. Tetapi tidak demikian halnya yang dilakukan oleh Muhammad Yunus. Orang-orang miskin dengan dilakukan pembianaan tertentu ternyata lebih dapat dipercaya. Krisis di Indonenesia telah terbukti bahwa konglomerat-konglomerat kurang dapat dipercaya.

Muhammad Yunus berawal dari pada 1976, ketika ia merogoh kantongnya sendiri sebesar $27 dipinjamkan kepada sekelompok pengrajin miskin di dekat kota Jobra Bangladesh. Untuk mendorong kelompok-kelompok miskin lain, Sang Profesor ekonomi tersebut bersedia menjadi penjamin kepada Bank Konvensional, demikianlah tulis Jeffrey Gangemi dalam Business Week Online. Profesor Muhammad Yunus mencoba menemui manajer Bank yang ada di kampusnya Universitas Chittagong dan menyarankan untuk meminjamkan uang kepada kelompok-kelompok miskin tersebut. “Anda gila apa ? Itu tak mungkin. Bagaimana mungkin kami meminjamkan uang kepada orang-orang miskin ? Mereka tidak layak untuk menerima kredit” kata manajer Bank tersebut. “Paling tidak cobalah., siapa tahu ..toh uang yang terlibat hanya sedikit.” bujuk Muhammad Yunus. “Tidak akan. Aturan kami tidak memungkinkan hal itu. Mereka tidak dapat memberi jaminan dan jumlah sekecil itu tidak layak diberikan sebagai pinjaman. Coba temui pejabat yang lebih berwenang daripada saya “ kata manajer tersebut. Kemudian Muhammad Yunus setelah beberapa hari berkeliling untuk mendapatkan pejabat Bank yang dapat diajak bekerjasama memberikan kredit kepada kelompok orang miskin dan akhirnya membawa hasil dengan syarat Muhammad Yunus sebagai penjamin. Pejabat Bank tersebut mengatakan “Orang-orang miskin yang menerima uang itu tidak akan mengembalikan”. “Saya akan coba” jawab Yunus. Ternyata kelompok-kelompok orang miskin tersebut dapat dipercaya dan mengembalikan uangnya kepada Muhammad Yunus, kemudian ia menemui manajer Bank yang ada di kampusnya untuk meyakinkan bahwa kelompok-kelompok miskin itu dapat dipercaya. Manajer Bank tersebut berkata “Ah jangan mudah tertipu. Mereka sedang membodohi Anda. Coba saja, mereka pasti akan segera meminjam uang lebih besar dan tak akan pernah mengembalikannya kepada Anda”. Muhammad Yunus meminjamkan uang lebih besar dan ternyata mengembalikannya dengan baik dan diceritakan kepada manajer bank tersebut. Manajer Bank tersebut berkomentar “Yah, barangkali Anda bisa melakukan hal ini di satu desa, tetapi kalau Anda melakukannya dua desa ini tidak akan jalan.” Kemudian Yunus melakukan untuk dua desa dan ternyata juga berjalan dengan baik. Sambil menyetorkan uang dan melaporkan kepada Manager Bank tersebut, kembali manager Bank berkomentar kalau hal ini tidak akan jalan untuk lima desa. Dan Yunus membuktikan bahwa untuk lima desapun juga berjalan.

Muhammad Yunus akhirnya muncul pikiran untuk mendirikan Bank untuk orang miskin tersebut dan 2 Oktober 1983 berdirilah Bank yang ia cita-citakan, yaitu Grameen Bank. Bank untuk orang-orang miskin tersebut saat ini telah meminjamkan $ 5,1 milyar kepada 5,3 juta orang miskin. Semoga kita terketuk hati untuk menjadi Muhammad Yunus lain di Indonesia tercinta ini.

Sumber Artikel : M.suyanto


read more...

RAHASIA SUKSES PEMINPIN AGUNG (1)

Menurut Gay Hendricks dan Kate Ludeman dalam bukunya The Corporate Mystic, pemimpin yang sukses selalu menerima umpan balik atau kritik yang jujur. Meskipun kritik itu pedas, kasar dan merendahkan. Pemimpin harus menerimanya dan kalau perlu mengucapkan terima kasih. Rahasia sukses kepemimpinan adalah komunikasi. Hal yang paling sulit dirasakan banyak orang dalam berkomunikasi, selain mendengar aktif adalah mendapatkan dan memberi umpan balik yang jujur. Pada hal ini merupakan sesuatu yang paling berharga. Lebih dari itu pemimpin yang agung, tidak saja menerima umpan balik yang tidak mengenakkan, tetapi juga kematian dipakai sebagai umpan balik yang dampaknya luar biasa. Karena apa yang diperbuat, harus dipertanggungjawabkan kepada Allah sebagai pertanggungjawaban seorang pemimpin.

Diriwayat oleh Ibnu Al-Abbas RA, bahwasanya setelah dekat hari kematian Rasulullah SWW, memerintahkan Bilal supaya azan / memanggil umat Islam untuk shalat, maka azanlah ia dan berkumpullah umat Islam baik kaum Anshar maupun Muhajirin di Masjid Rasulullah SAW, dan beliau shalat dua rekaat dengan mereka, kemudian beliau naik mimbar. Setelah memanjatkan puja dan puji kepada Allah, kemudian beliau bersabda : “Wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku adalah Nabimu, penasehatmu dan pengajakmu kepada jalan Allah dengan izinNya, dan sesungguhnya aku adalah saudara seperti saudara sekandung dan sebapak yang belas kasihan. Maka siapa yang pernah saya sakiti, balaslah sebelum hari Kiamat.”

Mendengar seruan serupa itu tidak ada seorangpun yang bangun untuk membalasnya (mengkisosnya), hingga perintah itu diulangi sampai tiga kali. Maka bangunlah seorang laki-laki bernama Ukasyah bin Muhsin dan mendekat kepada Rasulullah SAW, seraya berkata dengan lembut “Sebenarnya aku enggan dan tidak sampai hati kalau engkau tidak menganjurkan berulang kali hingga aku terpaksa memberanikan diri di sini untuk menceriterakan apa yang pernah terjadi atas diriku oleh perlakuanmu ya Rasulullah sewaktu di perang Badar. Yaitu tankala untaku mendekati untamu, aku turun dari unta mendekat padamu agar aku dapat mencium pahamu. Tapi kemudian engkau mengangkat cambuk untamu dan akulah yang terkena pada bagian pinggangku. Aku tidak tahu dan tidak berpikir apakah waktu itu engkau sengaja atau bermaksud memukul untamu, tapi dengan tidak sengaja cambuk itu mengenai pinggangku.”

”Masak aku sengaja ya Ukasyah?” sahut Rasulullah, sambil memerintahkan Bilal untuk pergi mengambil cambuk di rumah Fatimah. Keluarlah Bilal menuju rumah Fatimah, di sana Fatimah bertanya ”Untuk apa ayahku mengambil cambuk ini?”. ”Ayahmu hendak melakukan kisos atas dirinya sendiri.” jawab Bilal. Kemudian Fatimah menyerahkan cambuk itu seraya berkata siapakah yang sampai hati untuk menerima kisos dari Rasulullah SAW.

Sumber Artikel : M.suyanto
read more...